| "Ya Rabbi, Ya Tuhanku, Yang Maha Pengasih dan Penyayang! Bahwasanya, di bawah lindungan Ka'bah, Rumah Engkau yang suci dan terpilih ini, saya menadahkan tangan memohon karunia. Kepada siapakah saya akan pergi memohon ampun, kalau bukan kepada Engkau, ya Tuhan! Tidak ada seutas tali pun tempat saya bergantung lain dari pada tali Engkau; tidak ada satu pintu yang akan saya ketuk, lain dari pintu Engkau. Berilah kelapangan jalan buat saya, hendak pulang kehadirat Engkau, saya hendak menuruti orang-orang yang dahulu dari saya, orang-orang yang betali hidupnya dengan hidup saya. "Ya Rabbi, Engkaulah Yang Mahakuasa, kepada Engkaulah kami sekalian akan kembali ... Setelah itu suaranya tiada kedengaran lagi; di mukanya terbayang, suatu cahaya yang jernih dan damai, cahaya keridaan ilahi. Di bibirnya terbayang suatu senyuman dan ... sampailah waktunya. Lepas ia dari tanggapan dunia yang mahaberat ini, dengan keizinan Tuhannya. Di bawah lindungan Ka'bah! Setelah nyata wafatnya, maka dengan tidak menunggu lama, kedua Badui itu memikul mayat itu kerumah syekh kami. Dan mereka berdua jugalah yang mengurus dan memikulnya sampai ke kubur. Pada hari itu juga selesailah mayat sahabat yang dikasihi itu dikuburkan di Pekuburan Ma'ala yang masyhur. |
| >>>>>>>>>>> |