>>>>>

Saya tercengang dan seakan-akan bingung, di tangan kanan saya sendok masih terpegang, di tangan kiri gelas berisi obat; saya lihat ke atas meja, di sana terletak beberapa botol yang telah kosong dan ramuan dukun yang telah layu, limau manis yang diantarkan Zainab pagi hari itu baru diusakinya seulas, lebihnya masih tinggal terletak di atas meja. Waktu itulah baru saya insaf, bahwa itu bukanlah perkara sendok dan gelas, bukan perkara obat dan ramuan, tetapi perkara ajal semata-mata ...

Sekarang saya sudah tinggal sebatang kara dalam dunia ini!